Bantul dan Kulon Progo, DI Yogyakarta

Lereng & Mata Air: Penanaman 1.000 Pohon

Penanaman 1.000 pohon jenis lokal di lahan kritis milik desa atau publik: lereng rawan erosi, daerah resapan mata air, dan sempadan. Pohon lalu diserahkan kepada kelompok setempat untuk dirawat.

Petani berjongkok menanam bibit di tanah berbatu
Foto ilustrasi Ilustrasi kegiatan menanam bibit. Foto: Yulhendri, CC BY-SA 4.0.

Kebutuhan setempat

Sebagian lereng di Dlingo dan Kokap rawan longsor dan erosi, dan sedimen dari daerah tangkapan mengalir ke waduk yang memasok air baku dan irigasi. Pohon di lahan pribadi mudah ditebang atau beralih fungsi. Pohon di lahan desa atau publik yang dijaga melalui kesepakatan tertulis bekerja untuk kepentingan bersama.

Tujuan

Menahan erosi, menjaga resapan air, dan memulihkan tutupan vegetasi di titik yang memang bermasalah secara ekologis.

Kelompok sasaran

Kelompok pengelola setempat seperti kelompok tani hutan, pemuda, atau kelompok perempuan, bersama pemerintah kalurahan.

Kegiatan

  • Survei lokasi dengan lima syarat: masalah ekologis jelas, status lahan dan izin jelas, bukan lereng tidak stabil di atas permukiman, ada kelompok perawat, dan aman dijangkau.
  • Pengurusan bibit dari persemaian pemerintah; pembelian hanya bila alokasi tidak cukup.
  • Penanaman kemiri 650, gayam 200, beringin 100, dan jengkol 50 pohon, disesuaikan setelah survei.
  • Mulsa di setiap titik tanam; pohon dan anakan alami yang ada tidak dibersihkan.
  • Data awal ekologis (titik foto, GPS, uji resapan), sensus pohon tertanam, dan serah terima.

Tahapan

  1. Survei & izin

    Lokasi, persetujuan kalurahan, dan kelompok perawat dipastikan.

  2. Tanam

    Penanaman pada awal musim hujan bersama kelompok setempat.

  3. Serah terima

    Kelompok merawat pohon dan berhak memanen hasilnya, misalnya kemiri, sesuai kesepakatan.

Yang dipantau

  • Pohon tertanam per jenis dan titik tanamnya
  • Pohon yang hidup pada pemeriksaan berikutnya
  • Tutupan tanah pada titik foto tetap
  • Kesepakatan perawatan yang berjalan

Daftar ini menunjukkan hal yang dinilai selama program, bukan capaian yang sudah terverifikasi. Hasil dilaporkan setelah pelaksanaan dan pemeriksaan.

Program ini tidak menjanjikan kenaikan debit mata air, pengendalian banjir atau longsor jangka pendek, maupun klaim karbon.

Kesempatan kolaborasi

  • Perusahaan dan lembaga yang ingin mendukung pemulihan lereng dan mata air di DIY.
  • Pemerintah kalurahan dan pengelola waduk.
  • Kelompok tani hutan dan komunitas konservasi.
Kembali ke semua inisiatif

Foto

Inisiatif terkait

Lereng kering dengan semak dan tanah terbukaHutan & lahan
Lokasi mitra di Indonesia

Revitalisasi Lahan Bersama Masyarakat

Pemulihan lahan kritis, kering, bekas tambang, dan terdampak bencana melalui diagnosis tapak, perbaikan penyebab kerusakan, vegetasi yang cocok, dan pengelolaan jangka panjang.

Sungai jernih mengalir di tengah hutan hujanAir & iklim
Purbalingga, Cilacap, Banyumas, Kebumen, Purworejo, dan Kulon Progo

Air Komunal & Energi Surya

Layanan air bersama untuk rumah tangga dan kebun, dengan pompa tenaga surya bila sumbernya layak, dikelola operator dan aturan yang disepakati warga.

Punya lokasi, komunitas, atau program yang ingin digarap bersama?

Ceritakan tujuan dan wilayahnya. Kami akan menyiapkan pertanyaan awal untuk asesmen dan pembagian peran.

Diskusikan kemitraan