Program 12 bulan bersama keluarga petani kakao: pelatihan, coaching, pelatih lokal, dan kebun contoh agroforestri di desa yang berbatasan dengan hutan.
Kebun kakao di Berau berbatasan dengan hutan dan bersaing dengan perluasan sawit dan tambang. Keluarga petani, termasuk komunitas Dayak, membutuhkan kakao yang lebih produktif tanpa membuka hutan, serta pangan dan pendapatan tambahan dari kebun yang sama. Risiko kebakaran lahan dan hilangnya habitat satwa menjadi bagian dari pertimbangan kerja.
Tujuan
Membantu keluarga petani meningkatkan produktivitas dan mutu kakao melalui agroforestri, menambah pangan keluarga, dan menjaga tutupan hutan di sekitar kebun.
Kelompok sasaran
Keluarga petani kakao dan kelompok perempuan di desa sekitar kebun, serta calon pelatih dari komunitas, termasuk masyarakat Dayak.
Kegiatan
Asesmen kebun, keluarga, dan peran perempuan dalam usaha kakao.
Pelatihan budidaya: pemangkasan, sanitasi kebun, rehabilitasi pohon tua, dan fermentasi.
Pelatihan untuk pelatih lokal dan coaching individual di kebun.
Kebun contoh agroforestri: kakao bersama pohon penaung, buah, dan tanaman pangan.
Kesepakatan kelompok tentang pencegahan kebakaran dan perlindungan hutan sekitar kebun.
Tahapan 12 bulan
Bulan 1–2
Asesmen, pemilihan desa dan calon pelatih, serta penetapan kebun contoh.
Bulan 3–8
Pelatihan pelatih, sekolah lapang mengikuti musim, dan coaching individual.
Bulan 9–12
Pendalaman pascapanen, tinjauan penerapan, dan rencana lanjutan bersama kelompok.
Yang dipantau
Pelatih lokal yang aktif dan mutu pendampingannya
Praktik pemangkasan, sanitasi, dan fermentasi yang diterapkan
Kondisi kebun contoh dan pohon penaung
Partisipasi perempuan dan kesepakatan perlindungan hutan
Daftar ini menunjukkan hal yang dinilai selama program, bukan capaian yang sudah terverifikasi. Hasil dilaporkan setelah pelaksanaan dan pemeriksaan.
Kesempatan kolaborasi
Usaha kakao dan cokelat yang mengutamakan pasokan dari kebun agroforestri.
Pemerintah daerah untuk penyelarasan dengan penyuluhan dan perlindungan hutan.
Donor untuk pelatihan, kebun contoh, dan pencegahan kebakaran.
Galeri
Ketuk foto untuk memperbesar. Sebagian foto adalah ilustrasi.
Penguatan hak dan ketahanan penghidupan kelompok perempuan petani dari keluarga transmigran di 12 desa, dengan belajar bersama komunitas Dayak. Sasaran program: 500 perempuan petani kakao.
Bersama JYN Coffee, pembeli dan pengolah kopi di Bajawa: praktik budidaya kopi hutan yang baik, petik merah, kebun pangan, dan perlindungan hutan. Sasaran program: 200 rumah tangga petani kopi.
Komunitas sekitar hutan memperoleh penghasilan dari rotan manau, madu, nira aren, dan hasil hutan bukan kayu lain, lalu menyepakati aturan untuk menjaga hutan dan mata air.
Lihat inisiatif
Punya lokasi, komunitas, atau program yang ingin digarap bersama?
Ceritakan tujuan dan wilayahnya. Kami akan menyiapkan pertanyaan awal untuk asesmen dan pembagian peran.